Wednesday, February 8, 2012

THE POWER OF LOVE part 1



    Title :THE POWER OF LOVE part 1
    Author :miss chang-beb(karuna)
    Main cast :Kim Sara,Cho Kyuhyun,Cho Yoona
    Rating :teenager
    Gender :love/friend
    Length :part
    Akhirnya.. FF pertamaku siap juga. Legaaaa. Authornya lelet nih :D buat FF aja ribet :P mian kalo kepanjangan intro nyadan GAJE. mohon komentarnya atas FF ku. Gomawo . HAPPY READING! >.<b
    *****
    *SARA POV
    Hari ini,27 MEI 2010 aku dinyatakan lulus dari skolahku tercinta
    . SMAN 8 JAKARTA di umur 16 tahun.Sekolah yang membawaku bisa lulus dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahku ke KOREA! Aku sampai mengumpat dalam hati”What the hell is going on?!” yah, aku mendapatkannya karena aku selalu memenangkan kejuaraan dalam bidang kimia,fisika dan matematika.
    Kaya?tidak. Aku berasal dari keluarga miskin.Ayahku hanya seorang tukang becak dan ibuku buruh cuci. Sombong?tidak.itu menurut teman-temanku.Karena setiap kali ulangan atau ujian,aku selalu yang menjadi juru kunci(?) terdengar lucu.Tapi itu yang kulakukan agar teman-temanku tidak stress karena selalu mendapat nilai merah.Dan juga,aku berteman tidak pilih-pilih.Walaupun aku dari kalangan bawah,ada juga kalangan atas yang ingin berteman denganku,namanya YOONA.Dia keturunan KOREA-INDONESIA.Dia juga murid yang berprestasi dalam hal renang.
    Aku senang karena dia mau mengajariku berbahasa korea.Dia dan aku akan ke KOREA untuk kuliah.Tepat hari ini,aku dan Yoona membawa berkas-berkas untuk ditandatangani oleh sajangnim sekaligus untuk berpisah bersama teman-temanku.
    “Sara.. Yoona kami akan sangat merindukan kalian jika kalian pergi nanti.Jangan lupa untuk membalas e-mail kami yah..?” ucap teman namja ku,Jason yang sudah terisak-isak.
    “Hei.. kami hanya pergi Cuma 4 tahun.Itu tidak lama Jason” aku mengelus pundaknya.
    “4 tahun kau bilang ‘CUMA’??! itu sangat lama Sara!” dia kelihatan geram denganku.
    Aku yang melihatnya seperti itu langsung bersembunyi di belakang Yona yang lebih tinggi dari ku.
    “YAA! Kalian! Apa tidak bosan berkelahi terus?”
    “hehehhehe.. “ aku dan Jason hanya cengar cengir.
    “panggilan untuk Sara dan Yoona ,segera mengambil berkas-berkas di ruang sajangnim” itu suara dari sumber suara yang memanggil kami.
    “Jason.. aku dan Yoona akan pergi.Jaga dirimu baik-baik ya” aku langsung memeluk Jason erat.
    “Aisshh.. kalian terlihat mesra sekali.Ayo sara!” Yoona langsung melepaskan pelukanku dari Jason,tapi malah dia sekarang yang memeluk Jason lama.
    “Yoona! Kenapa jadi kau yang memeluk Jason?”
    “Waeyo? Kau cemburu yaaa…??” Yoona selalu memasang tampang jail setiap kali menggodaku ==”
    “Siapa bilang aku cemburu?? Kita harus cepat-cepat.Kau tau kan sajangnim itu orang yang galak.Kau mau beasiswa kita musnah?”
    “Aku tak yakin dia berani mencabut beasiswa itu.Karena kita itu berprestasi” akhirnya Yoona melepaskan pelukannya dari Jason.
    “Sara! Yoona! Cepat atau saya cabut beasiswa kalian! Kalian kira saya takut?!” sajangnim seperti memiliki kekuatan melihat sekeliling sekolah ini. Hiiii..
    “OMOOO..!!!” teriakku dan Yoona berbarengan.
    “Jason, kami harus pergi dulu, Annyonghi Gyeseyo” Yoona memberikan kissbye ke Jason.
    “Annyonghi Gyeseyo? Apa artinya? Hei! Kalian jangan pergi,buang saja beasiswa itu!apa kalian tidak menyayangiku?”teriak Jason.
    “ Annyonghi Gyeseyo artinya selamat tinggal,Jason” Yoona mengelus pipinya Jason,tapi sesaat kemudian dia menjitak kepala Jason dan menarik tanganku berlari.
    “Kami memang menyayangimu.. hah! Tapi kami tak akan membuang kesempatan bagus,tahu! Hahahahaha!” mendengar Yoona berkata seperti itu membuat aku ikut tertawa.Jason hanya melongo mengelus-ngelus kepalanya.
    “Terima pembalasanku saat kalian kembali!” hanya itu kata-kata terakhir kali yang ku dengar dari Jason.Sampai jumpa 4 tahun lagi.Kalau tidak lebih.
    Kami pergi ke kantor sajangnim. Tapi beliau tidak ada diruangan karena ada urusan mendadak.Kami hanya bertemu dengan sekretarisnya .Dia hanya memberikan dokumen-dokumen,visa,passport dan tiket untuk ke Korea serta uang saku untuk 1 tahun penuh!
    Sekretarisnya,Minna hanya memberikan pengarahan yang disampaikan oleh sajangnim kepada kami.Disan kami harus mencari tempat tinggal sendiri dan kami diberi kekuasaan untuk memilih jurusan yang kami mau.
    Besok pagi jam 10,kami harus ke bandara Internasional Soekarno-hatta untuk terbang ke Korea. Setelah pengarahan berakhir,aku dan Yoona langsung pulang untuk menyusun segala persiapan dan perlengkapan.Yoona juga yang akan menjemputku.Maklum,,akan sangat susah kalau ke bandara menggunakan angkutan umum. Hehehehehe…
    ****
    Pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk membantu ibuku mengurus rumah dan adik-adikku yang masih kecil-kecil,sekaligus untuk pamit pergi.Kepergianku diiringi tangis suka duka.Suka karena tahu anaknya bisa masuk universitas terkenal.Duka karena kami akan lama tidak bertemu.Tapi aku berjanji,jika aku sudah bekerja dan memiliki masa liburan kuliah yang lama,aku akan pulang untuk melepas rinduku bersama keluarga.
    Tiit..tiit.. suara mobil Yoona sudah menggelegar ,dia juga turun dari mobil dan berjalan kerumahku.
    “ibu,aku pamit pergi untuk menuntut ilmu di negeri orang.Mohon do’a restu dari ibu”Aku menyalaminya,memeluknya erat.Tangis yang sudah ku tahan susah payah,akhirnya pecah seketika jika membayangkan aku tanpa keluarga.Ayah menghampiriku,memelukku dan mencium di keningku.
    “Jaga dirimu baik-baik disana Sara,kami sekeluarga akan sangat merindukanmu,do’a selalu mengirimu Sara.Pulanglah dengan membuat kami bangga” ucapan ayah membuatku menjadi lebih kuat,tampak seulas senyuman dari muka ayah dan ibu,hatiku jadi kuat ketika mendengar ucapan mereka barusan.
    “om dan tante tenang saja.Saya akan menjaganya disana.Kalau sampai Sara macam-macam, maka akan langsung saya tangani” ucap Yoona mantap.
    “Hahahha.. baiklah.Jaga diri kalian baik-baik disana” itu ucapan yang akan membuatku ingat bahwa aku bisa seperti ini karena ada dukungan orang tua di belakangku.
    Kami langsung ke airport dan penerbangan berjalan dengan lancar selama 7 jam.
    ****
    “Hahh.. aku pusing” Tampak Yoona yang masih ngos-ngosan ketika turun dari pesawat.Sepertinya gejala mabuk udara.Aku harus menghindar kalau tak mau terkena muntahannya. Hiii….
    “Ayolah.. sedikit lagi.Apartemennya ada di depan mata kita” aku menarik tanggannya.Aku memang tak mau terkena muntahannya tapi aku tak mau dia pingsan karena aku belum tau seluk beluk Korea ini.
    “Kau tadi yang berjanji pada appa ku, kalau kau yang akan menjagaku. Tapi kenapa sakarang aku yang jadi menjagamu? AYO,AYO,AYO!!!” Aku menariknya dengan semangat sampai-sampai aku tak melihat jalan.BRUUKK..
    *KYUHYUN POV
    Aku keluar dari apartemenku,karena ada urusan mendadak diperusahaan milik appaku. Tapi appa sudah meninggal 2 tahun yang lalu.Jadi aku yang mengelola perusahaan ini.Padahal baru 1 jam yang lalu aku pulang,dan sekarang aku di telepon ajusshi sebagai bawahan aku.Aku belum sempat tidur! karena takut terlambat aku langsung pergi keparkiran luar apartemen.Seorang yeoja sedang berjalan didepanku membawa temannya yang kelihatan mabuk.Tapi aku tetap berjalan.BRUUK!!
    “mian..”yeoja itu meminta maaf padaku.tapi sikunya menyenggol pinggangku yang baru sembuh dari luka jahitan operasi usus buntu,ngilu sekali.Aku langsung terduduk saat itu juga.
    “Dasar! Yeoja babo!” aku memegang pinggangku ,sangat ngilu.
    “yaa! Kau bilang apa?!!” tampak jelas diwajahnya kalau dia marah,tapi tetap saja paras cantiknya tetap memukau. Memukau? Paras cantik? Kau buta Kyuhyun?
    “Yeoja babo! Arraseo??!!”baru aku mau berdiri,dia langsung menendangku lagi tepat dipinggangku dan berdarah!
    “ahh…sakit”.
    *SARA POV
    “mian..” aku membungkukkan tubuhku untuk meminta maaf.
    “dasar! Yeoja babo!” tampak kemarahan dari wajahnya.Tapi dia memegangi pinggangnya.apa sesakit itu?
    “yaa!! Kau bilang apa?!” apa aku tak salah dengar? Aiisshh..!!! kau yang babo!
    “Yeoja babo! Arraseo?!” apa! dia benar-benar berkata seperti itu! Minta dihajar rupanya! Kutendang dia lagi dan tepat dipinggangnya yang tadi.
    “ahh.. sakit” dia pingsan dan ada darah keluar dari pingganggnya.Perasaan tak sekuat itu aku menendangnya.Tapi kenapa berdarah?
    “heyy.. ireona”aku menyenggol pahanya dengan kakiku.Tapi tetap saja dia tak menunjukkan pergerakan yang berarti .Jangan-jangan!.. OMO!!
    “hey..gwenchana?ireona! jangan buat aku cemas!”tetap saja diam dan darah yang keluar semakin banyak,pikiranku blank! Yoona juga pingsan disampingku.Lewatlah taksi.
    “Taxy!! Stop!!” taxi yang berhenti langsung kusuruh supirnya untuk membantuku.
    “Please,help me” dan agasshi itu mengerti.Dia membawa masuk namja babo itu dan Yoona.
    “Please,go to the nearest hospital”
    “i..i..can..can not speak English” what the hell!
    “byeong-won,uisa,arraseo?”
    “oh…arraseo!”
    ****
    @hospital
    Aku terburu-buru keluar dari taxy.
    “Ganhosa!please help me!”sambil tanganku menunjuk kearah namja no-name di sampingku ini.
    “hurry-up!” perawat itu memanggil perawat yang lain.Aku langsung membayar ongkos taksi dan pergi menyeret Yoona ke dalam rumah sakit juga.
    “Yoona!ireona! jangan muntah dibajuku!”
    “Hm?? Dimana kita??” kata Yoona mengerjapkan matanya.
    “Di rumah sakit”
    “Mwo? Aku Cuma mabuk,bukan kecelakaan jadi…”belum selesai Yoona ngomong aku langsung memotongnya.
    “Diam dulu! Kau liat namja diatas tempat tidur dorong itu? Dia terluka karena..”
    “karena apa Sara?”
    “karena…” aku gugup untuk menjawabnya.
    “Katakan cepat!”
    “HAH! Baiklah. Tadi aku menabraknya dan dia mengataiku yeoja babo.Aku langsung menendang pinggangnya dan tak taunya pinggangnya mengeluarkan darah” aku hanya bisa menunduk.
    “OMO! Sara-ya.. mianhae. Pasti karena aku,kau jadi kena masalah seperti ini”
    “Sudahlah,gwenchana.Lagian memang karena kau mabuk perjalanan” bagaimana bisa? Orang kaya mabuk naik pesawat? Ckckck,,
    “Gomawo sudah mau memaafkanku.Eh,sepertinya dia memasuki ruang ICU.
    Ganhosa langsung menghalangi jalan masuk kami ke ICU.
    “Mian,tapi hanya uisa dan ganhosa yang boleh masuk untuk saat ini,gomawo atas perhatiannya” pintu langsung ditutup dan lampu diatas pintu,menandakan sedang berlangsungnya proses di dalam ruang ICU.Kami hanya menunggu di ruang tunggu.
    ****
    *YOONA POV
    “Sara-ya,duduklah.Namja itu pasti baik-baik saja”
    “Tapi tetap saja,banyak darah yang keluar dari pinggangnya” Sara masih saja mondar mandir di depanku.Langsung aku tarik dan saat itu juga dia jatuh terduduk di sebelahku.
    “YAA!! Appo…”tampak Sara mengelus-ngelus bokongnya yang mungkin sudah kempes karena kutarik tadi. HAHAHAHAHA!!!
    “HAHAHAHAHHA!!! Kau yang memulainya.mondar mandir didepanku seperti cacing kepanasan.Tenanglah sedikit” mengelus punggungnya akan membuatnya lebih nyaman.
    Tak beberapa lama kemudian,lampu ruang ICU mati,menandakan bahwa proses yang berlangsung di dalamnya sudah selesai.Keluarlah ganhosa. Aku dan Sara langsung mendekatinya.
    “Bagaimana keadaan namja didalam?”
    “Sudah tak kenapa-kenapa,sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat inap” ganhosa meninggalkan kami.Nafas lega pun dapat kami rasakan .
    “Jadi,bagaimana dengan biaya pengobatannya?”
    “Untuk sementara harus memakai duitmu dulu lah,kau yang sudah melakukan itu pada namja itu”
    “YAA!! Memang aku yang salah.Tapi,paling tidak bantulah dongsaeng imutmu ini” tidaaakkk! Dia mengeluarkan puppy eyes andalannya!!!
    “ARA! Aku akan membantumu untuk membayar biaya pengobatannya” keluarlah namja tadi dari ruang ICU.Pada saat aku mau melihat namja itu keluar,aku tak dapat melihatnya,karena banyak orang yang lalu lalang dan juga mukanya tertutup badan uisa dan ganhosa.
    END YOONA POV
    *AUTHOR POV
    Sara dan Yoona berjalan melewati lorong rumah sakit memasuki ruangan namja tersebut.
    “lady first”Yoona mempersilahkan Sara untuk memasuki ruangan itu.
    “MWO?? Kau pikir kau bukan yeoja?” tampak dari wajahnya yang tak terima.
    “But, you make him like that” Yoona tak mau kalah.
    “Ne,ara” tatapan Sara ke Yoona sudah berapi.Dia mulai memasuki ruangan itu.Perasaan berkecamuk terjadi di dalam hatinya.
    END AUTHOR POV
    *SARA POV
    Aku takut untuk memasuki ruangan ini.Bagaimana kalau dia akan menjerat aku untuk mengakui kesalahanku dan memasukkan aku ke penjara? ANIO! Aku tak mau seperti itu.Aku ke korea untuk menuntut ilmu,bukan untuk menjadi tahanan!!
    “Lady first” aku langsung sadar dari lamunanku tentang hal-hal aneh.tunggu.. dia bilang lady first? Dia kira dia bukan yeoja?
    “MWO?! Kau pikir kau bukan yeoja?” aku langsung mengeluarkan ucapanku dari yang kupikirkan barusan. Kalau aku wanita,berarti dia apa?
    “But,you make him like that” dia seperti tau apa yang kupikirkan.Baiklah,that’s my fault.
    “Ne,ara” tapi tetap saja aku tak bisa menerima itu! Aku mulai memasuki ruangan itu.Tampak seorang namja yang menurut penilaianku tampan.hehehehehe… dia sedang tertidur.
    END SARA POV
    *KYUHYUN POV
    It…itu kan yeoja yang tadi menendang pinggangku hingga harus masuk rumah sakit begini.Lebih baik pura-pura tidur.Dapat kurasakan kalau dia sedang memperhatikanku.HAHAHAHAHA.. dia terpesona dengan ketampananku rupanya :D
    “Aku tau aku tampan,tapi tak usah memerhatikanku begitu” aku membuka mataku,tampak pipinya yang memerah.Sepertinya dia malu.
    “Ehm.. siapa yang melihatmu? Aku hanya mengkhawatirkanmu”
    “Hm?? Kau mengkhawatirkanku ? apa kau sudah mulai mengejarku dan menyukaiku??” pipinya makin merah.HAHAHAHAHA..!!!
    “YAA!! Aku khawatir karena aku yang membuatmuseperti ini” tampak perasaan bersalah dari mukanya.sudah cukup bermain-main dengannya.
    “Mana hapeku? Hei yeoja babo,apa kau Nampak hapeku?” aku mencari dibawah bantal tapi tak ada.
    “MWO? Kau yang namja babo!”dia mendekatiku, aku takut dia akan meninjuku lagi atau melempar vas bunga disampingku.
    “Biar aku bantu” wah..! baik juga dia, mau membantuku.Dia mencari dengan serius.
    END KYUHYUN POV
    *SARA POV
    “kenapa banyak sekali yang memanggilku yeoja babo hari ini!!? Aku ini pintar.Aku peraih beasiswa ke KOREA! Belum tau saja dia kehebatanku.Dimana hapenya? Dan dimana Yoona? Tega sekali dia meninggalkanku. Awas kau Yoona! Terima pembalasanku nanti!
    END SARA POV
    *AUTHOR POV
    Masuklah uisa dan ganhosa untuk memeriksa namja tersebut.Kyuhyun bertanya kepada ganhosa” apa kalian ada melihat hapeku?”
    “Ada tuan,di dalam lemari sebelah sana”
    “Hei! Yeoja babo! Ambilkan hapeku dilemari sana” kyuhyun memerintah Sara.
    “Huft.. sabar” Sara berjalan kearah lemari,dan mengambil hapenya “ini namja babo!” sambil menyerahkan hape itu ke namja itu.
    “Hei! Apa yang kau katakan pada tuan CHO! Apa kau tidak tau kalau dia..”
    “Sudahlah uisa.Tidak perlu memberi tahukan hal itu padanya” ucapan uisa langsung dipotong oleh namja tersebut.Sara hanya bisa terdiam.
    “baiklah tuan Cho Kyuhyun,kami permisi” hormat uisa itu kepada namja bernama Cho Kyuhyun.
    “kau mau menelepon siapa?” Tanya Sara ke namja itu.
    “Menelepon polisi atas tindakan penganiayaan” Sara langsung menarik hape itu,tapi langsung ditangkis .
    END AUTHOR POV
    *SARA POV
    “Kau mau menelepon siapa?” aku takut dia akan menelepon polisi.Jangan sampai terjadi!
    “Menelepon polisi atas tindakan penganiayaan” HA?? Apa dia bisa membaca pikiranku? Tak akanku biarkan.Lagian aku sudah bertanggung jawab dengan membawa dia kesini dan membayar biaya rumah sakitnya.Aku langsung menarik hapenya tapi dengan cepat langsung ditangkis oleh tangannya.Tampak dia sedang berbicara dengan seseorang.Kakiku langsung lemas,aku jatuh terduduk di lantai.
    “Tak lama kemudian,masuklah orang-orang berbadan besar seperti body guard.Siapa mereka ini? Apa mereka polisi TNI seperti diindonesia? Dan yang terakhir masuk adalah seorang ahjusshi yang sudah berumur.
    Dia mendekati namja yang kudengar bernama Cho Kyuhyun.
    “Gwenchana kyuhyun? Apa yang sakit?”
    “gwenchana ajusshi.Sudah, tak ada yang perlu dikhawatirkan dariku.Hanya saja luka jahitan operasi usus buntu kemarin terbuka lagi,jadi tadi di jahit kembali.
    Ajusshi tadi langsung menatapku ganas.Apa-apaan dia? “apa dia penyebab tuan sampai begini?” body guard tadi langsung membangunkanku.
    “Lepaskan! Aku bisa berdiri sendiri” melihat tampang mereka saja sudah membuatku takut.
    “Ne,memang dia. Tapi dia sudah mau bertanggung jawab dengan membawa kemari.Lebih baik lepaskan saja dia, arraseo?”
    “Ne,ara.Kalian,bawa dia keluar dari ruangan ini.Aku tak mau tuan muda tambah sakit karena melihat mukanya”
    “Ajusshi pikir,aku sudi melihat mukanya?Lepaskan !”ucapku kasar saat body guard itu menyeretku untuk keluar.
    Yoona yang ntah dari mana,baru saja tiba membawa 3 buah kopi digenggamannya.
    “Apa yang kalian lakukan dengan yeoja dan namja itu? Apa kalian teroris?”
    “Jangan asal ngomong!” Ajusshi tadi tidak terima dikatai seperti itu.
    “Sara,minggirlah.Biar aku yang menghadapinya.”
    “Nde..” aku hanya bisa menatapnya dari ambang pintu.
    END SARA POV
    *AUTHOR POV
    Yoona baru saja datang dengan membawa 3 kopi hangat yang dia beli dari kantin rumah sakit.Menyadari ada suara keributan dari arah ambang pintu dia langsung masuk dan mendapatkan temannya,’Sara’ sedang didorong paksa orang-orang bertubuh kekar.
    “Apa yang kalian lakukan dengan yeoja dan manja itu? Apa kalian teroris?” ucap Yoona yang mulai geram melihat temannya didorong paksa seperti itu.
    “Jangan asal ngomong!” tampak seorang ajusshi memarahinya balik karena perkataannya.
    “Sara,minggirlah.Biar aku yang menghadapinya” Yoona menyuruh Sara untuk mundur.Ia ingin sekali memarahi ajusshi itu.
    “Nde..” sara hanya mengikuti kata-kata yang diperintahkan Yoona.
    “Dasar yeoja babo.Apa kau berani melawan semua anak buahku? Aku tak yakin kau bisa mengalahkan mereka semua” ajusshi itu menyepelekan Yoona yang seorang yeoja lemah.
    “HAHAHAHHAHA..! kau pikir aku takut?” kembali Yoona yang menyepelekan ajusshi itu.
    “Tapi,sebelum itu.Aku mau melihat tampang namja yang kalian bela sampai seperti ini” Yoona tak sabar ingin melihat namja itu.Dia mendekati ajusshi itu dan mendorongnya,tampaklah seorang namja terbaring.Yoona membelalakkan matanya.Namja itu sama terkejutnya.
    “KAU..???!!!” teriak mereka bersamaan karena kaget.
    Sara menatap mereka berdua dengan heran.Dia mendekati Yoona,memegang pundaknya.
    “Yoona.. kau kenal dengan namja ini?”
    “Di…Dia…” Yoona masih terlihat kaget,sama halnya dengan namja didepannya.Sara hanya bingung menatap mereka bergantian,mengumpat dalam hati”What the fuck in going on??”

    *tobe CONTINUE ….PART 2 ^_^V

No comments:

Post a Comment